
Dari banyak sumber yang saya review film ini sangat bagus untuk ditonton maka saya menulis sinopsis sebagai berikut bahwa Cillian Murphy sebagai pemeran utama memerankan John, seorang pria yang memiliki kesulitan berhubungan dengan lingkungan sekitarnya sampai-sampai ia harus berperan sebagai "istri" John yang bernama Emma. Artinya Cillian Murphy berperan sebagai dua tokoh, pria dan wanita di film ini.
Tapi seperti yang saya katakan tadi, melihat adegan pembuka ini membuat saya terkejut, seorang wanita sedang mengambil pakaian yang dijemur lalu masuk ke dalam rumah, beres-beres di dapur, naik ke lantai dua dan masuk kamar kemudian duduk di depan meja rias, menatap wajah di cermin dan.. wig dilepas! Sial, saya tertipu, itu Cillian Murphy! Tadinya saya mengira wanita di adegan pembuka ini adalah tokoh lain, ternyata itu sudah langsung menunjukkan Cillian Murphy dalam kedua tokoh ini.
Peacock, yang dijadikan judul adalah nama sebuah kota kecil, dimana di sana tinggal John Skillpa seorang karyawan bank. Tidak dijelaskan sejak kapan persisnya dan kenapa, almarhumah ibu John melarangnya untuk terlalu sering berkomunikasi dengan orang lain. Ini kemudian membentuk sosok John menjadi seorang yang kaku, takut bertemu orang lain dan selalu menunduk saat berbicara, bahkan korden rumahnya selalu ditutup dan ruang kerjanya di bank berada di lantai bawah dalam sebuah ruangan kecil tertutup.
Konflik film ini muncul ketika suatu pagi, Emma Skillpa, "istri" John sedang menjemur pakaian dan sebuah gerbong kereta milik walikota yang sedang berkampanye dalam pemilihan mendatang, lepas dan masuk ke halaman belakang rumah Emma alias John (di belakang rumah John ada rel kereta api). Emma memang selamat, namun peristiwa itu membuat Emma dan tentunya John berhubungan dengan banyak orang, Emma sebagai istri John baru diketahui oleh para tetangganya. Bahkan sang walikota yang sedang berkampanye pun berkunjung ke rumahnya dan menawarkan agar gerbong yang lepas itu dijadikan sekaligus sebagai tempat berkampanye untuk walikota. Kebingungan melanda John, karena ia tentunya tidak nyaman berhubungan dengan banyak orang. Apalagi ibunya yang biasanya membantunya dalam banyak hal sudah meninggal. Konflik ini masih ditambah lagi dengan kehadiran Maggie (Ellen Page) wanita yang pernah berhubungan dengan John dan memiliki anak hasil hubungan mereka.
Di sinilah menariknya, diperankan oleh orang yang sama namun fisik dan terutama karakter antara John dan Emma sangat jauh berbeda. John sangat jelas tidak nyaman berhubungan dengan orang, menatap lawan bicara saja sulit dilakukan, John juga cenderung tidak tegas dalam memutuskan sesuatu. Namun sifat kekurangan itu, justru bisa ditutupi oleh Emma sebagai "istrinya". Emma bisa berkomunikasi dan bertukar pendapat dengan orang lain, meskipun sikap takut dan malu-malu dari John masih nampak. Emma juga tegas dan berani dalam bersika, menutupi kepengecutan dari John, Emma mau membantu Maggie yang membutuhkan uang, Emma juga yang menerima tawaran walikota untuk menggunakan gerbong yang jatuh di halaman rumahnya dalam acara kampanye.
Perbedaan sikap dan karakter ini yang membawa konflik-konflik tadi menuju klimaks, meski sekilas aneh, namun nuansa misteri tetap terasa dalam perseteruan John dengan Emma, John tidak pernah setuju dengan sikap Emma. Sementara ketika John menjadi Emma, ia cenderung ingin mendominasi rumah tangga mereka, entah harus disebut gila atau apa John bahkan sempat kabur dari rumah dengan alasan takut pulang ke rumah, seolah tidak ingin bertemu Emma (padahal itu adalah dirinya sendiri). Menuju klimaks kita akan disodorkan misteri, apa yang sebenarnya diinginkan Emma, apakah ada sosok selain Emma dan John yang membuat mereka berseteru. Di akhir film, ada sedikit kejutan tentang sosok siapa yang akhirnya mendominasi, peran sebagai John atau Emma yang dipilih untuk menjalani kehidupannya.
Cillian Murphy sangat brilian, perannya sebagai John dan Emma sangat kuat. Dari penampilan fisik, gerak tubuh, cara bicara sampai suara bahkan sifat dan sikap yang jauh berbeda diperankan dengan sangat meyakinkan. Porsi adegan keduanya yang cukup seimbang bisa membuat kita berpikir kalau mereka adalah dua tokoh yang berbeda pemerannya. Ellen Page juga cukup mencuri perhatian dengan berperan sebagai ibu muda yang hidupnya berantakan karena kesulitan finansial, meskipun penampilan fisiknya sendiri masih terlihat seperti remaja manis dan imut :P
Saya tidak terlalu paham psikologi, namun film ini memberikan cukup ketegangan dan menebak-nebak ada apa di balik perseteruan John dengan Emma sebagai alter-egonya. Sedikit perubahan dengan adanya momen yang membuat film ini sempat lebih "cerah" ketika lebih terbukanya John alias Emma terhadap sekitarnya, namun dominasi sang alter-ego masih tetap ada, dan lagi-lagi membuat kita menebak, siapa sebenarnya Cillian Murphy di akhir film. John atau Emma?
0 komentar:
Post a Comment
Note: Only a member of this blog may post a comment.